|
Sabtu, 30 Juli 2011
Posts by : Admin
Download AIMP2
Posts by : Admin
Media Transmisi
Media Transmisi Wired/Kabel/Guided
Oleh Faisal AkibGAMBAR: Struktur media terpandu
a. Guided media (media terpandu)
b. Unguided media(media tidak terpandu).
Media transmisi yang terpandu maksudnya adalah media yang mampu mentransmisikan besaran-besaran fisik lewat materialnya. Contoh: kabel twisted-pair, kabel coaxial dan serat optik.
1. Twisted Pair
Kabel twisted-pair terdiri atas dua jenis yaitu shielded twisted pair biasa disebut STP dan unshielded twisted pair (tidak memiliki selimut) biasa disebut UTP.Kabel twisted-pair terdiri atas dua pasang kawat yang terpilin. Twisted-pair lebih tipis, lebih mudah putus, dan mengalami gangguan lain sewaktu kabel terpuntir atau kusut. Keunggulan dari kabel twisted-pair adalah dampaknya terhadap jaringan secara keseluruhan: apabila sebagian kabel twisted-pair rusak, tidak seluruh jaringan terhenti, sebagaimana yang mungkin terjadi pada coaxial. Kabel twisted-pair terbagi atas dua yaitu:
- Shielded Twisted-Pair (STP)
- Unshielded Twisted-Pair (UTP)
GAMBAR: Shielded Twisted Pair (STP)
a. Shielded Twisted -Pair (STP)
Kabel STP mengkombinasikan teknik-teknik perlindungan dan antisipasi tekukan kabel. STP yang peruntukan bagi instalasi jaringan ethernet, memiliki resistansi atas interferensi elektromagnetik dan frekuensi radio tanpa perlu meningkatkan ukuran fisik kabel. Kabel Shielded Twister-Pair nyaris memiliki kelebihan dan kekurangan yang sama dengan kabel UTP. Satu hal keunggulan STP adalah jaminan proteksi jaringan dari interferensi-interferensi eksternal, sayangnya STP sedikit lebih mahal dibandingkan UTP.Tidak seperti kabel coaxial, lapisan pelindung kabel STP bukan bagian dari sirkuit data, karena itu perlu diground pada setiap ujungnya. Pada prakteknya, melakukan ground STP memerlukan kejelian. Jika terjadi ketidaktepatan, dapat menjadi sumber masalah karena bisa menyebabkan pelindung bekerja sebagai layaknya sebuah antenna; menghisap sinyal-sinyal elektrik dari kawat-kawat dan sumber-sumber elektris lain disekitarnya. Kabel STP tidak dapat dipakai dengan jarak lebih jauh sebagaimana media-media lain (seperti kabel coaxial) tanpa bantuan device penguat (repeater).
- Kecepatan dan keluaran: 10-100 Mbps
- Biaya rata-rata per node: sedikit mahal dibadingkan UTP dan coaxial
- Media dan ukuran konektor: medium
- Panjang kabel maksimum yang diizinkan : 100m (pendek).
b. Unshielded Twisted-Pair
Untuk UTP terdapat pula pembagian jenis yakni:- Category 1 : sifatnya mampu mentransmisikan data kecepatan rendah. Contoh: kabel telepon.
- Category 2 : sifatnya mampu mentransmisikan data lebih cepat dibanding category 1. Dapat digunakan untuk transmisi digital dengan bandwidth hingga 4 MHz.
- Category 3 : mampu mentransmisikan data hingga 16 MHz.
- Category 4 : mamu mentransmisikan data hingga 20 MHz.
- Category 5 : digunakan untuk transmisi data yang memerlukan bandwidth hingga 100 MHz.
GAMBAR: Unshielded Twisted Pair (UTP)
- Kecepatan dan keluaran: 10 – 100 Mbps
- Biaya rata-rata per node: murah
- Media dan ukuran: kecil
- Panjang kabel maksimum yang diizinkan : 100m (pendek).
GAMBAR: Kabel Coaxial
2. Kabel Coaxial
Kabel coaxial atau popular disebut “coax” terdiri atas konduktor silindris melingkar, yang menggelilingi sebuah kabel tembaga inti yang konduktif. Untuk LAN, kabel coaxial menawarkan beberapa keunggulan. Diantaranya dapat dijalankan dengan tanpa banyak membutuhkan bantuan repeater sebagai penguat untuk komunikasi jarak jauh diantara node network, dibandingkan kabel STP atau UTP. Repeater juga dapat diikutsertakan untuk meregenerasi sinyal-sinyal dalam jaringan coaxial sehingga dalam instalasi network cukup jauh dapat semakin optimal. Kabel coaxial juga jauh lebih murah dibanding Fiber Optic, coaxial merupakan teknologi yang sudah lama dikenal. Digunakan dalam berbagai tipe komuniksai data sejak bertahun-tahun, baik di jaringan rumah, kampus, maupun perusahaan.- Kecepatan dan keluaran: 10 -100 Mbps
- Biaya rata-rata per node: murah
- Media dan ukuran konektor: medium
- Panjang kabel maksimum: 200m (disarankan 180m) untuk thin-coaxial dan 500m untuk thick-coaxial
GAMBAR: Kabel Fiber Optic
3. Fiber Optic
Kabel fiber optic merupakan media networking yang mampu digunanakan untuk transmisi-transmisi modulasi. Jika dibandingkan media-media lain, fiber optic memiliki harga lebih mahal, tetapi cukup tahan terhadap interferensi elektromagnetis dan mampu beroperasi dengan kecepatan dan kapasitas data yang tinggi. Kabel fiber optic dapat mentransmisikan puluhan juta bit digital perdetik pada link kabel optic yang beroperasi dalam sebuah jaingan komersial. Ini sudah cukup utnuk mengantarkan ribuan panggilan telepon.Beberapa keuntungan kabel fiber optic:
- Kecepatan: jaringan-jaringan fiber optic beroperasi pada kecepatan tinggi, mencapai gigabits per second
- Bandwidth: fiber optic mampu membawa paket-paket dengan kapasitas besar.
- Distance: sinyal-sinyal dapat ditransmisikan lebih jauh tanpa memerlukan perlakuan “refresh” atau “diperkuat”.
- Resistance: daya tahan kuat terhadap imbas elektromagnetik yang dihasilkan perangkat-perangkat elektronik seperti radio, motor, atau bahkan kabel-kabel transmisi lain di sekelilingnya.
Tipe-tipe kabel fiber optic:
- Kabel single mode merupakan sebuah serat tunggal dari fiber glass yang memiliki diameter 8.3 hingga 10 micron. (satu micron besarnya sekitar 1/250 tebal rambut manusia)
- Kabel multimode adalah kabel yang terdiri atas multi serat fiber glass, dengan kombinasi (range) diameter 50 hingga 100 micron. Setiap fiber dalam kabel multimode mampu membawa sinyal independen yang berbeda dari fiber-fiber lain dalam bundel kabel.
- Plastic Optical Fiber merupakan kabel berbasis plastic terbaru yang memiliki performa familiar dengan kabel single mode, tetapi harganya sedikit murah.
- Core: bagian ini merupakan medium fisik utama yang mengangkut sinyal-sinyal data optical dari sumber ke device penerima. Core berupa helai tunggal dari glass atau plastik yang kontinyu (dalam micron). Semakin beasr ukuran core, semakin banyak data yang dapat diantarkan. Semua kabel fiber optic diukur mengacu pada diameter core-nya.
- Cladding: merupakan lapisan tipis yang menyelimuti fiber core.
- Coating: adalah lapisan plastik yang menyelimuti core dan cladding. Penyangga coating ini diukur dalam micron dan memilki range 250 sampai 900 micron.
- Strengthening fibers: terdiri atas beberapa komponen yang dapat menolong fiber dari benturan kasar dan daya tekan tak terduga selama instalasi
- Cable jacket: merupakan lapisan terluar dari keseluruhan badan kabel.
TABEL: Karakteristik titik-ke-titik media terpandu
| | Rentang frekuensi | Atenuasi khusus | Delay khusus | Jarak repeater |
| Twisted pair (dengan loading) | 0 – 3,5 kHz | 0,2 dB/km @ 1kHz | 50 µs/Km | 2 km |
| Twisted pair (kabel multipair) | 0 – 1 MHz | 3 dB/km @ 1kHz | 5 µs/Km | 2 km |
| Coaxial | 0 – 500 MHz | 7 dB/km @ 10kHz | 4 µs/Km | 1 – 9 km |
| Fiber Optic | 180 – 370 THz | 0,2 – 0,5 dB/km | 5 µs/Km | 40 km |
TABEL: Perbandingan jenis kabel
| Karakteristik | Thinnet | Thicknet | Twisted Pair | Fiber Optic |
| Biaya/harga | Lebih mahal dari twisted | Lebih mahal dari thinnet | Paling murah | Paling mahal |
| Jangkauan | 185 meter | 500 meter | 100 meter | 2000 meter |
| Transmisi | 10 Mbps | 10 Mbps | 1 Gbps | > 1 Gbps |
| Fleksibilitas | Cukup fleksibel | Kurang fleksibel | Paling fleksibel | Tidak fleksibel |
| Kemudahan instalasi | Mudah | Mudah | Sangat mudah | Sulit |
| Resistensi terhadap inferensi | Baik | Baik | Rentan | Tidak terpengaruh |
Posts by : Admin
Teknologi Informasi
Dasar-Dasar Teknologi Informasi 
- Defenisi Teknologi Informasi
- Pengertian Data dan Informasi
- Komponen Teknologi Informasi
- Klasifikasi Teknologi Informasi
- Klasifikasi Teknologi Informasi Menurut Data yang Diolah
- Klasifikasi Teknologi Informasi Menurut Fungsi
- Klasifikasi Teknologi Informasi Menurut Ukuran
Peranan Teknologi Informasi 
- Peranan Teknologi Informasi di Bidang Industri
- Peranan Teknologi Informasi di Bidang Pendidikan dan Pelatihan
- Peranan Teknologi Informasi di Bidang Manajemen, Bisnis, & Perbankan
- Peranan Teknologi Informasi di Bidang Kesehatan
- Peranan Teknologi Informasi di Bidang Kepolisian
- Peranan Teknologi Informasi di Bidang Pemerintahan
Teknologi Piranti Keras Komputer 
- Sistem Digital
- Sistem Pengkodean Karakter dan Konversi Bilangan
- Komputer Generasi 1
- Komputer Generasi 2
- Komputer Generasi 3
- Komputer Generasi 4
- Komputer Generasi 5
- Komputer Generasi 6
- Mikroprosesor
- Prinsip Kerja Mikroprosesor
- Multiprosesor
- Memori Chip
- Rom
- Ram
- Cache Memory
TeknologiPerangkat Input 
- Perangkat Input
- Perangkat Input Pengetikan
- Perangkat Input Penunjuk
- Perangkat Input Pemindai
- Perangkat Input Suara
- Perangkat Input Video
- Perangkat Input Gerakan
- Perangkat Input Sensor
- Perangkat Input RFID
- Perangkat Input Pembaca Kartu
Teknologi Perangkat Output 
- Perangkat Output Monitor
- Macam-Macam Monitor
- Perangkat Output Printer
- Perangkat Output Plotter
- Perangkat Output Penyimpanan Eksternal
- Perangkat Output Audio
Teknologi Piranti Lunak Komputer 
Teknologi Sistem Informasi 

- Sistem Informasi
- Informasi dan Organisasi
- Sistem Otomasi Perkantoran
- Sistem Pemrosesan Transaksi
- Sistem Informasi Manajemen
- Sistem Informasi Eksekutif
- Sistem Pakar
- Sistem Pendukung Keputusan
- Sistem Neuro-Fuzzy
Teknologi Basis Data 

- Teknologi Basis Data
- Peranan Basis Data
- Model Data
- Sistem Manajemen Basis Data
- SQL
- Perangkat Lunak Basis Data
- Perancangan Basis Data
- Data Warehouse
- OLAP dan Data-Mining
Teknologi Jaringan Komputer 
- Teknologi Jaringan Komputer
- Klasifikasi Jaringan Komputer
- Topologi Jaringan
- Protokol Jaringan
- Perangkat Interkoneksi
Teknologi Internet 

- Jaringan Internet
- Aplikasi Internet
- Teknologi Web
- Teknologi Java
- Perl-PHP-ASP-JSP
- Keamanan Data
- Ancaman Keamanan Data
- Pengamanan Data
Teknologi Multimedia
Referensi:- Chandra., “Beranimasi Ria dengan FLASH MX”, Maxicom, Palembang, 2003Chaudhury, A & Kuilboer, J-P., “e-Business and e-Commerce Infrastructure”, McGraw-Hill Irwin, Boston, 2002
- Dodd, A.Z., “The Essential Guide to Telecommunications”, Prentice-Hall Inc, New Jersey, 2000
- Feather, S., “JavaScript by Examples”, Que Corp, Indianapolis, 1996
- Fitzgerald, J. And Dennis, A., “Business Data Communications and Networking”, John Wiley & Sons Inc., New York, 1996
- Haag, Stephen. Keen Peter, “Information Technology, Tomorrow’s Advantage Today, McGraw-Hill, 1996.
- Horak, R with Miller, M.A, “Communications Systems & Networks”, M&T Books, New York, 1997
- Jang, J.S.R; Sun,C.T. and Mizutani, E. “Neuro-Fuzzy and Soft Computing”, Prentice-Hall, London, 1997.
- Kadir, A & Triwahyuni, T.Ch., “Pengenalan Teknologi Informasi”, Andi Offset, Yogyakarta, 2003
- Kalakota, R and Whinston, A.B., “Electronic Commerce”, Addison-Wesley, Reading Massachusets, 1997
- Kern, H., Johnson, R., Hawkins,M., and Lyke, H., “Networking the New Enterprise”, Sun Microsystem Press, 1997
- Kristanto, A., “Keamanan Data pada Jaringan Komputer”, Penerbit Gava Media, Yogyakarta, 2003
- Martin, E. Wainright, et.al., “Managing Information Technology What Managers Need to Know”, 3th edition, New Jersey, Pearson Education International, 1999.
- McLeod, R. Jr., “Management Information System, a Study of Computer-Based Information System”, Prentice-Hall, Inc, New Jersey, 1995.
- Rao, V.B. and Rao,H.V., “C++ Neural Networks and Fuzzy Logic”, Management Information Source, Inc., New York, 1993.
- S’to, “Seni Internet Hacking”, Penerbit Jasakom, 2004
- Sanjaya, R dan Purbo,O., “Membangun Web dengan JSP”, Elex Media Komputindo, Jakarta, 2002
- Schildt, H., “Advanced Turbo Prolog”, Osborne McGraw-Hill, Berkeley, 1987.
- Stallings, W., “Data and Computer Communications”, 6th Ed, Prentice-Hall Inc, 2000
- Supriyanto, Aji, “Pengantar Teknologi Informasi” Salemba Infotek, 2005.
- Sylberschatz, Abraham., Galvin, Peter Baer. “Operating System Concepts”, 5th Edition, Addison-Wesley Publishing Company, 1998
- Tanenbaum,A.S., “Computer Networks”, 3rd Ed, Prentice-Hall Inc, New Jersey, 1996
- Waterworth, J., “Multimedia technology and applications”, Ellis Horwood Limited, Chichester, England, 1991
- William, Brian K., Sawyer, Stacy C., “ Using Information Technology A Practical Introduction to Computers & Communicatons”, McGraw-Hill, 2003.
- Zwass, V., “Management Information Systems”, Wm.C.Brown Publisher, 1992.
Jumat, 29 Juli 2011
Posts by : Admin
Multiprosesor
Pada beberapa sistem komputer, jumlah mikroprosesor yang didukung bisa lebih dari satu. Pada saat ini sebuah PC-pun bisa memiliki 2 sampai 4 prosesor, sedangkan workstation dapat memiliki 20 prosesor. Bahkan superkomputer IBM yang digunakan Departemen Energi Amerika Serikat memiliki 8192 prosesor yang bekerja secara bersamaan dan dapat menjalankan 10 trilyun perhitungan per detik.
Sistem multiprosesor dapat dibedakan menjadi: SMP, prosesor vektor, prosesor paralel, dan MMP.
Dengan menggunakan prosesor paralel, bagian-bagian sebuah program dapat dikerjakan oleh prosesor-prosesor yang berbeda. Penanganan aktifitas prosesor ini ditangani oleh program. Prosesor jenis ini biasa digunakan pada superkomputer.
READ MORE - Multiprosesor
Sistem multiprosesor dapat dibedakan menjadi: SMP, prosesor vektor, prosesor paralel, dan MMP.
- SMP (symetric multiprocessor) merupakan sistem multiprosesor dengan masing-masing prosesor bekerja secara-sendiri-sendiri (tidak saling bergantung). Pada sistem ini, sebuah CPU bisa jadi sedang menangani suatu proses misalkan sedang mengolah lembar kerja dan CPU lain sedang melakukan proses grafis.
- Prosesor vektor menyatakan suatu sistem multiprosesor dengan masing-masing prosesor dapat bekerja secara serentak dalam menangani proses perhitungan vektor.
- Prosesor paralel menyatakan sistem yang memiliki sejumlah prosesor yang memilki karakteristik sebagai berikut:
- Tidak ada prosesor yang bertindak sebagai prosesor utama.
- Sejumlah prosesor tidak selalu mengerjakan operasi yang sama dalam waktu yang sama.
Gambar 3.10 Perbedaan prosesor tunggal, paralel, dan paralel masif
- Prosesor paralel masif (Massively Parallel Processor atau MPP) adalah sistem yang mengandung ratusan atau bahkan ribuan prosesor yang dapat saling berinteraksi dengan pendekatan jaringan syaraf tiruan. Lihat gambar dibawah, prosesor seperti ini sudah diterapkan dalam bisnis salah satu penggunaannya adalah Wal-Mart.
Posts by : Admin
Aplikasi Internet
Aplikasi internet sangat berkembang sesuai dengan perkembangan teknologi yang mendukungnya, antara lain seperti: e-mail, file transfer, Bulletin Board System, online banking, video broadcasting, radio broadcasting, internet telephony, dan World Wide Web (web).
e-mail
e-mail adalah aplikasi yang memungkinkan seseorang mengirimkan surat elektronik ke orang lain yang berada di lokasi yang berjauhan dengannya, dengan syarat keduanya memiliki koneksi ke internet. Diperkirakan lebih dari 100 juta orang telah memiliki alamat e-mail, dan setiap bulan lebih 1 terabyte (TB) telah melintasi jaringan internet. Agar seseorang bisa memiliki alamat surat internet (e-mail) maka dia harus mendaptarkan diri pada satu penyedia layanan, baik secara offline maupun secara online. Alamat surat elektronik biasanya dalam format: user@penyedia, misalnya: ali@yahoo.com, atau indra@indosat.net.id, dan sebagainya. Surat-surat yang dikirim ke seseorang akan ditampung pada suatu server (mail server) di komputer penyedia layanan, kemudian secara otomatis di-download ketika user membuka kotak suratnya (mailbox) pada saat koneksi ke internet.
Berbagai stasiun radio menyebarkan siaran-nya melalui internet sehingga pendengar tidak memerlukan antena khusus untuk menangkap siaran radio favorit-nya. Teknologi audio streaming digunakan untuk menyalurkan suara ke internet, walaupun reliabilitas-nya kurang, mengingat teknologi streaming adalah teknologi packet-switching, sehingga bisa terjadi penundaan waktu yang menyebabkan suara terputus-putus, bahkan beberapa paket suara mungkin hilang dalam media transmisi. Tetapi karena pada umumnya siaran radio internet ini gratis, maka para pendengar biasanya cukup maklum dengan kondisi siarannya.
Sebagai contoh, berikut ini adalah salah satu web-page dari http://www.jakarta.go.id.
READ MORE - Aplikasi Internet
File Transfer
File Transfer adalah aplikasi yang memungkinkan seseorang men-transfer file data-nya dari satu komputer ke komputer lain dalam jaringan internet. Misalnya mengambil file dari suatu lokasi (download) atau mengirim file kesuatu lokasi (upload). Suatu protokol internet yaitu FTP (file transfer protocol) melayani proses pemindahan ini. File-file besar biasanya dikompress dulu sebelum disediakan dalam suatu FTP server, dalam format zip, tar.gz, atau hqx.Bulletin Board
Bulletin Board System (BBS) adalah layanan bulletin online yang dibagi menurut bidang ilmu pengetahuan, atau bidang-bidang minat lainnya. Network News dan Usenet News adalah dua contoh BBS yang menyajikan lebih dari 6000 bidang minat. Bidang ilmu pengetahuan atau bidang minat dibagi dalam beberapa kategori, antara lain sbb:- com bidang Komputer, termasuk teknologi jaringan LAN
- biz bidang bisnis
- K12 bidang pendidikan dasar dan menengah
- rec bidang rekreasi
- sci bidang sains (biologi, kimia, fisika)
- soc bidang sosial
Online Banking
Beberapa bank kini menyajikan layanan online melalui internet, dimana nasabah dapat mendapatkan informasi tentang berbagai urusan perbankan, dan juga bisa untuk memeriksa rekening tanpa perlu ke bank. Masalah utama adalah masalah keamanan data, dimana rekening seseorang bisa dibobol, dsb.Radio Broadcasting
Berbagai stasiun radio menyebarkan siaran-nya melalui internet sehingga pendengar tidak memerlukan antena khusus untuk menangkap siaran radio favorit-nya. Teknologi audio streaming digunakan untuk menyalurkan suara ke internet, walaupun reliabilitas-nya kurang, mengingat teknologi streaming adalah teknologi packet-switching, sehingga bisa terjadi penundaan waktu yang menyebabkan suara terputus-putus, bahkan beberapa paket suara mungkin hilang dalam media transmisi. Tetapi karena pada umumnya siaran radio internet ini gratis, maka para pendengar biasanya cukup maklum dengan kondisi siarannya.
Video Broadcasting
Seperti pada siaran radio, maka beberapa stasiun TV juga memiliki situs di internet untuk menyebarluaskan siaran-nya. Disamping itu, aplikasi seperti netmeeting, CU-SeeMe yang menyajikan video-conferencing melalui internet juga kini sudah bisa digunakan oleh banyak orang. Namun seperti pada Radio Broadcasting maka kualitas siaran TV juga tidak terlalu bagus.Internet Telephony
Telepon internet dikenal juga sebagai IPhone, NetPhone, atau VOIP (Voice Over Internet Protocol), adalah usaha untuk melakukan koneksi telepon melalu internet. Keuntungan Voip adalah kemungkinan biaya murah untuk telepon jarak jauh (interlokal), bahkan bisa gratis bila dilakukan oleh dua orang yang terhubung ke internet, kemudian menggunakan microphone dan speaker yang ada pada komputernya untuk melakukan percakapan. Kelemahan-nya adalah kualitas suara yang mungkin buruk akibat rintangan dalam jaringan internet yang sibuk. Perusahan telepon seperti Telkom di Indonesia melarang voip untuk dijadikan bisnis per-orangan, karena bisnis komunikasi hanya bisa dilakukan oleh perusahaan komunikasi.Chatting
Chatting adalah aplikasi yang digemari banyak orang terutama anak muda, karena memberi layanan berkomunikasi antar teman melalui internet (Internet Relay Chatting / IRC). Komunikasi yang dilakukan pada umumnya komunikasi teks, dimana dua orang yang sedang chatting akan ber-balas-balasan kalimat pendek yang diketik pada layar monitor.World Wide Web
World Wide Web (WWW), lebih populer dengan istilah Web, merupakan aplikasi internet yang paling digemari oleh pengguna internet. Web mula-mula diperkenal-kan oleh Tim-Berners-Lee pada tahun 1992 di CERN, laboratorium Fisika Partikel Eropa yang berlokasi di Jenewa, Swiss, dan setelah populer kemudian diambil alih pengembangannya oleh W3C (World Wide Web Consortium). Marc Andressen merancang sebuah perangkat lunak untuk menampilkan halaman Web yang diciptakan oleh Tim-Berners Lee, yang dinamakan sebagai web-browser. Web menjadi populer karena kemampuannya menyajikan objek multimedia pada halaman tampilan-nya, sehingga bisa dijadikan sebagai sumber informasi yang memuat teks, gambar, suara, citra, dan video, yang diatur oleh program HTML (Hyper Text Markup Language). Hypertext dapat membentuk hyperlink yang memungkinkan seseorang berpindah dari satu tayangan Web ke tayangan Web lainnya. Setiap organisasi kini memiliki situs Web (Website), dengan alamat tertentu yang bisa diakses oleh sebuah browser (seperti Internet Explorer, NetScape, atau Opera). Format alamat situs Web biasanya ditulis sebagai : http://www.organisasi.tipe.negara, misalnya: situs pemda Makassar adalah http://www.makassar.go.id, atau situs koran Kompas adalah http://www.kompas.co.id.Sebagai contoh, berikut ini adalah salah satu web-page dari http://www.jakarta.go.id.
Posts by : Admin
Perancangan Basis Data
Perancangan Basis Data
Oleh Mas DjoenSuatu data base dibangun berdasarkan kebutuhan informasi dalam suatu organisasi, oleh sebab itu pada umumnya perancangan data base dimulai dari pengamatan kebutuhan informasi. Berikut ini adalah langkah-langkah yang sering dilakukan dalam perancangan basisdata:
- Teliti informasi apa yang dibutuhkan oleh organisasi ini, misalnya dengan me-wawancarai pengguna informasi dalam organisasi tersebut.
- Pisahkan/kelompokkan hasil temuan informasi menjadi beberapa entity.
- Pikirkan field-data yang mendukung setiap entity
- Tentukan field-data yang mungkin menjadi indeks (primary key) setiap entity
- Pikirkan kemungkinan relasi antar entity
- bila one-to-one : berarti sebenarnya kedua entity ini bisa digabung
- bila one-to-many atau many-to-one : tambahkan primary-key dari entity sisi-one sebagai field-data baru pada entity sisi many.
- bila many-to-many : ciptakan sebuah file-relasi dengan field data utama adalah primary-key masing-masing entity yang berelasi, tambahkan field data yang baru apabila field data ini bergantung pada kedua primary key.
- Pilih DBMS untuk melakukan implementasi, dimana setiap entity diciptakan sebagai sebagai sebuah table pada model relasional.
- Daftar Peserta Mata Kuliah (DPMK) : daftar per-mata kuliah yang memuat semua nama mahasiswa yang mengambil mata kuliah tersebut pada rencana studi-nya di awal semester.
- Daftar Nilai Akhir (DNA) : daftar per-mata kuliah yang memuat nama semua mahasiswa yang mengambil matakuliah tersebut disertai kode nilai yang akan dilingkari oleh dosen pengasuh di-akhir semester.
- Kartu Hasil Studi (KHS) atau Rapor: print-out untuk setiap mahasiswa dimana termuat hasil studi mahasiswa tersebut untuk setiap matakuliah yang di-ikuti-nya, disertai IPS (indeks prestasi semester)
- Data Mahasiswa
- Data Matakuliah
- Data Dosen
- Nomer Mahasiswa
- Nama Mahasiswa
- Alamat
- Jenis Kelamin
- Agama
- Tgl Lahir
- dsb
- Kode Matakuliah
- Nama Matakuliah
- SKS
- dsb
- Kode Dosen
- Nama Dosen
- Alamat
- Keahlian
- dsb
Langkah berikutnya adalah menentukan relasi antar entity tersebut:
Mahasiswa <–> MataKuliah : relasi ditandai dengan rencana studi, dimana satu mahasiswa dapat mem-program banyak matakuliah, dan sebaliknya satu matakuliah dapat diprogramkan oleh banyak mahasiswa, dengan kata lain relasi-nya many-to-many (M-to-N). Karena itu diperlukan file-relasi, yaitu file semester, dengan field-field data sbb:
- Kode matakuliah
- Nomer mahasiswa
- Nilai
- kode semester
- Kode Matakuliah
- Nama Matakuliah
- SKS
- Kode-Dosen
- dsb
Dosen <–> Mahasiswa : relasi ini ditandai dengan fungsi dosen sebagai penasehat akademik (PA), dimana seorang dosen boleh menjadi PA lebih dari satu mahasiswa sementara setiap mahasiswa memerlukan satu PA, sehingga relasi yang cocok adalah one-to-many (1-to-M). Karena itu primary key dari dosen ditambahkan ke entity mahasiswa, sehingga susunan field-data mahasiswa menjadi sebagai berikut:
- Nomer Mahasiswa
- Nama Mahasiswa
- Alamat
- Jenis Kelamin
- Agama
- Tgl Lahir
- Kode-Dosen
- dsb
Sabtu, 07 Mei 2011
Langganan:
Postingan (Atom)


